Siti Branding

Entah mengapa Yu Siti belakangan sering ke-GR-an alias kegeden rumangsa. Ia merasa namanya banyak disebut-sebut orang. Nggak gemen-gemen, yang nyebut-nyebut itu kelasnya pejabat. Orang pangkat. Orang kantoran. Juga orang-orang pinter.

 

Makanya, tiap kali antre sego tumpang di warung Mbok Dadap, ia mesti mesam-mesem. Merasa orang-orang seisi warung juga sedang memperbincangkannya. “Sego tumpang tiga dibungkus ya, Mbok,” katanya kenes sambil mengedip-kedipkan mata.

Tentu saja Mbok Dadap curiga. Nggak biasanya Yu Siti begitu. “Seloloten apa bocah iki kok nganeh-nganehi,” pikirnya.

Ganjen. Kemayu. Dan, mendadak ramah kepada siapa saja. Apalagi jika di warung ada orang yang dikenalnya sebagai orang kantoran. “Ngrasani saya ya, Mbak, Mas?,” tanyanya, lagi-lagi sambil mengedip-kedipkan mata.

Tentu saja yang ditanya hanya tolah-toleh. Bersitatap. Lalu, sama-sama menghela napas, puuuanjaaangg... ”Lho, iya kan? Itu nama saya disebut-sebut,” kata Yu Siti lagi ketika pengunjung itu kembali memperbincangkan isu yang lagi hangat di kota ini.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar